Hmmm….. Pergi ya…..

August 15th, 2007 by afnisalmi

(…….. Engkau meninggalkanku disini, dan aku terhempas kembali di pinggir kaki langit yang menawarkan akan pengharapan besar …….)

Pada akhirnya terbentanglah sebuah jarak telah menyeret langkah untuk saling menjauh dengan gitirnya dan waktu akan terus mengurung dalam keangkuhanya yang tidak tertembus oleh hasrat yang terus menyala nyala, Ribuan ton bergelayut dan menjadi beban di mata kaki, memaksa hati untuk tinggal dalam hangat pelukan kasih sayang di ruang persembunyian. Tetapi tidak, pintu pintu telah menawarkan jalan untuk segera dilalui, dilewati dan ditinggalkan dalam diam yang meradang ketika ribuan kata kata menjadi prematur di tenggorokan, tersekat perih dalam jiwa. Tinggal pandangan mata mengabur ditenggelamkan keharuan, dan kepala yang berat dibanduli kehilangan yang tiba tiba. Shock…. sangat.

Kemudian menarilah aneka kejadian saat pertemuan dan perpisahan itu terjadi yang mengiris iris kenangan, menempelkan lebih dalam lagi dalam siluet kesedihan dan sukacita di bingkai dunia, dunia yang tak bertuan yang hanya berisi dua kupu kupu melanglang sekejap dari gerbong panjang kehidupan masing masing. Air mata tertabur sepanjang jalan, menyaru bagaikan embun yang luruh menampar muka setelah berspekulasi dengan debu kota dini hari. Betapa rapuh dan sunyinya kesedihan yang menghuni pikiran oleh sebab tertikam sebuah perpisahan yang begitu menggetarkan seluruh isi kalbu….…

Persimpangan yang itu itu juga akhirnya membeku dalam penantiannya, menghitung berapa banyak hati diceraikan dan dipenggal dari kekasihnya. Menebar kecemasan bagi sesiapa saja yang tinggal dan menunggu datangnya sesuatu  yang mengangkut jutaan rasa. Ciuman terakhir, sentuhan terakhir dan bisikan terakhir, sepertinya menjadi akhir sebuah cerita. Entah kapan ada perjumpaan lagi di mayapada ini, sementara tak pernah ada bisikan terakhir yang menandai semuanya. Diatas sebuah sampan bernama peradaban, hidup melayarinya mengikuti aturan yang tertebar dalam udara hampa ini. Waktu membuatnya terus bergerak, berkembang dan hidup menumbuh, melahirkan cerita baru, sejarah baru dan harapan yang baru juga dapat tragedi tragedi baru.

Dan sekiranya telah menjadi sebuah adat bahwa bumi masih terus bergerak, serasa sangat mustahil berada di satu titik ketetapan dan statis dalam pemikiran., karena yang terjadi sekarang adalah buah dari sebuah perubahan dalam kehidupan, kita memilih dan Kita hanya mengalir, menumpang diatas sebuah sampan dari jalinan pengalaman untuk mengikuti arus yang memberi banyak ajaran tentang hidup dan cara merasakannya. Hari esok bukanlah janji, tetapi adalah sebuah arena pergulatan waktu yang berisi teka teki. Betapa labil hidup manusia, berubah dan berkembang sebagai ekses hidup yang dikendalikan oleh dua warna kontras; hitam dan putih yang melambangkan keinginan dan ketidak inginan. Dan semua bercampur dalam satu konsep bernama alam kenyataan, buah dari harapan yang terkadang memiliki racun penuh duri, dan membuat sebuah luka baru dalam diri.

Inilah hidup, dengan hati sebagai pemandunya. Berjalan, mengalir, melayang, terhempas dan mengapung lagi dalam kisaran waktu yang tak tertebak. Inilah rasa, bukti bahwa hidup sangatlah berharga untuk disia siakan…….

Terima kasihku padamu, yang setia mengingatkan dalam setiap kealpaanku, meski dia yang membawaku kesini telah pergi terbawa angin di musim ini. Mungkinkah kembali ?………………………

Pilihan untuk diam

June 29th, 2007 by afnisalmi

Kemudian aku memilih untuk diam, meski dengan diam adalah salah satu pilihan yang terasa menyakitkan dan begitu perih karena gemuruhnya di dada, bahkan terkesan sangat melemahkan diri. Tetapi percayalah, diam justru memberikan banyak peluang untuk menyimpulkan dengan lebih jernih, dengan otak yang lebih sehat dan berharap akan dapat output untuk bersikap yang lebih wajar dan diterima. Disekitar kita berinteraksi dan hidup, ada banyak individu individu, pribadi pribadi yang menutup rahasia dunia dibalik tempurung tengkorak mereka masing masing. Setiap pribadi membawa rahasianya sendiri sendiri, dan alam dunia yang ramai mengharuskan kita untuk terus dan terus berafiliasi dengan pribadi pribadi misterius itu. Apa yang tampak lurus belum tentu tampak sama dari sisi yang lain, apa yang tampak benar belum tentu benar bagi isi kepala yang lain. Dan seharusnyapun kita memiliki ketakterbatasan dalam bertoleransi dan menghadapi semuanya, menilai semuanya, sehingga subjektif adanya.

Seterpuruk apapun dan seburuk apapun kita terjatuh, bukankah seyogyanya kita masih tetap harus bisa bersyukur bahwa kita masih bisa bangun lagi, masih bisa bangkit lagi dengan segenap kekuatan yang kita miliki, bahwa kita masih memiliki hidup yang bisa kita isi dengan beraneka ragam cerita dan goresan sejarah yang tertoreh seiring berjalannya sang waktu. Maka rasanya tidak ada alasan untuk tidak bersyukur atas apapun yang didapatkan sekarang. Sakit hati, geram, kesal, sedih, teraniaya, terabaikan, pedih, dendam dan banyak lagi jenis penyakit jiwa yang sebenarnya hanyalah iblis penjelmaan dari fikiran liar kita sendiri. Meresponnya sama artinya membunuh pelan jiwa kita yang senantiasa sedang bertumbuh.  Meladeninya juga hanya akan terus menganiaya kalbu dan akan menguras energi serta membusukkan hati nurani kita. Setiap kejatuhan dan keterpurukan mengandung makna pembelajaran, dan setiap nilai yang dilontarkan orang kepada kita, adalah patut untuk kita terima sebagai sebuah pandangan, bukan penghakiman atas diri kita sendiri. Kemudian Kita beranggapan bahwa kita mengerti siapa diri kita serta bagaimana cara berfikir kita, tetapi sebenarnya tidak. Kita sama sekali tidak mengenal siapapun dengan baik, bahkan mengenal diri kita sendiripun sebenernya kita tidak tahu. Apalagi mengenal Yang Maha Hidup yang ada dalam diri kita.

Dan benar bahwa diri sendiri harus mendapatkan prioritas pertama untuk dipercayai, dihargai dan dijaga oleh kita sendiri, karena di situlah letak kebahagiaan yang sejati. Terima kasih kepadaMU… yang telah menuntunku untuk mengetahui bagaimana caranya mengenal diri. Menunjukkanku bahagia yang teramat sangat meski semuanya harus melalui proses yang panjang.

Maafkan aku yang ternyata belum juga mampu mengenalimu dan belum juga bisa mengerti tentangmu, ini kado terindah yang aku terima sepanjang hidupku. Terima kasih Tuhan………………..

Kenangan

June 23rd, 2007 by afnisalmi

Pada akhirnya tamat sudah perbincangan sang hati dan jiwa, semua keindahan cerita cinta yang dulu terpuja dalam kini telah berubah menjadi segurat kenangan dan kerinduan yang pernah begitu menggebu, begitu dalam sempat mengendap di kalbupun kini telah beubah menjadi pohon kenangan. Begitu rahasianya pikiran manusia. Obrolan tentang seribu satu pertanyaan bersahutan diantara angin yang dilumuri butiran air dari langit, terjawab hanya oleh rintik air yang lalu terhempas dalam benak dan menjadi rentetan cerita. Hanya angin yang membawa kabar tentang keberadaanya, tentang kehidupannya dan tentang fikirannya. Semua gelap, kosong tanpa warna apa apa, hanya pertanyaan semata… pertanyaan…. tanpa ada jawaban.

Mengenangkan cinta, mengenangkan seraut wajah penuh pesona, mengenangkan manis kehangatan kasih mesra yang pernah begitu teduh dalam hati, begitu lekat dalam jiwa adalah sunggguh sangat indah adanya. Cinta yang awalnya seperti benda mati yang tak akan pernah mati ternyata bisa juga berubah menjadi kenangan yang mungkin dapat juga membatu dan terukir dalam jiwa. Waktu begitu perkasanya merubah semua hal diatas bumi, meski waktu tetap juga tidak berdaya atas kuasa rasa.

Cinta yang terkenang menjadi ilham dan sumber kekuatan bagi kehidupan. Ya, seluruh isi kehidupan manusia adalah cinta dan sisanya hanyalah bumbu pemanis cerita semata. Terkadang masalah datang bukan dari diri sendiri, masalah itu bukan punya diri. Tetapi sering fikiran mengolah masalah itu menjadi milik sendiri, menjadi masalah pribadi sendiri dan membiarkan diri tersesat kehilangan petunjuk oleh karenanya. Jika mengikhlaskan diri untuk terlibat dalam kehidupan orang lain, sama halnya dengan tulus terlibat dalam masalah orang lain juga dimana toleransi memainkan perannya dengan sangat dalam. Dimana kepasrahanpun tumbuh subur dalam dada, dan keikhlasanpun menjulang tinggi dalam nurani.

Mengenangkan cinta yang telah menjadi cerita indah seumpama memandangi lukisan di galeri dinding jiwa. Relief relief kehidupan menjadi ornamen yang tersimpan rapi di ruang batin, memperkaya khasanah rasa dalam hati. Mengharapkan kenangan itu bangkit dan hidup kembali, sama halnya dengan menimbuni keindahan itu dengan hal baru yang bisa saja terhapus selamanya. Yang juga dapat menggores perih……………..

Ah, betapa beruntungnya kita mampu memelihara kenangan dalam ruangan batin, kemudian betapa bersyukurnya kita pernah menjelajahi perjalanan indah dalam buaian keperkasaan sang cinta, dan membiarkan jadi sebuah kenangan panjang tentang isi kehidupan masa silam…ya, hanya kenangan cinta. Tentangmu, tentang semuanya, kenyamanan yang sempat terlukiskan indah, kebersamaan yang pernah dilewati bersama. Terima kasih ya………………….

Terima kasih Tuhan…. atas keikhlasan dan kepasrahan yang senantiasa ada dalam diri ini.

Milik Alam Semesta.

April 26th, 2007 by afnisalmi

Kangen yang teramat sangat, membuncah hingga ujung ubun-ubun, menelanjangi sejumlah nadi dalam tubuhku. Rindu yang ingin segera di tepikan, ingin segera bertemu, memeluknya erat…dan segera mencurahkan semua yang terasa sangat menyesakkan dada. Dan kemudian bergelayut manja, menumpahkan segala curahan suka, duka dan nestapa yang kadang di diskusikan bersama hembusan angin malam. Betapa Indahnya proses pembersihan yang di jalani, betapa indahnya air mata yang tercurah mengiringi setiap perih yang datang. Betapa kokohnya ketegaran yang terbangun dalam dada… betapa berkobarnya semangat yang terus bergejolak dan terus menerus yakinkan jiwa bahwa semuanya akan segera berubah menjadi sebuah kebahagiaan abadi setelah menempuh perjalanan selama ribuan hari melewati jutaan mil lautan, puluhan gunung dan bukit, ratusan ngarai… diiringi peluh dan bening kristal yang tetap menjadi teman.

Terima kasihku hanya padaMU..Wahai Kekasih hatiku… yang selalu bersamaku, setia menuntun untuk selalu mendapatkan yang terbaik dalam hidup. Setia bersama, membesarkan jiwa kala derap langkah semangat mulai merapuh. Selalu meyakinkan bahwa semua kerinduan yang tercipta akan segera berakhir. Bahwa segala kepedihan akan segera berujung pada bahagia sejati. Terima kasih Kekasih Hatiku.. . Terima kasih Ya Rabbi….Aku sangat mencintaiMU. Cinta yang teramat sangat, takkan tergantikan oleh apapun jua.

To someone yang masih terus mengilhami setiap bait kata dalam karya-karyaku… Thank you so much. Selama Segarnya masih bisa di reguk dengan hangat, Biarlah engkau tetap milik peradaban dan milik alam semesta.

Kesimpulan

March 3rd, 2007 by afnisalmi

Mereka memberikan dukungan dan support yang demikian besar padaku. Yang setia mendukung dan tetap memberikan support untukkku, dan ada Mr Anton, kepala sekolahku tercinta yang juga sempat membuatku kaget, ketika Beliau, kepala sekolah yang terhormat itu ternyata mengetahui apa yang terjadi denganku ( yeee..namanya juga kepala sekolah ), Membaca pikiranku…. dan menenangkanku serta memberikanku dukungan yang sangat besar dalam aku menghadapi ini. Atao sobat-sobatku, saudaraku, dan teman-temanku yang semua ada di sinipun memberikanku kekuatan yang sangat besar dalam menghadapi semua ini. Ketika aku tahu bahwa telah tercipta beberapa kesimpulan tentangku dan ketika aku tahu bahwa ada keengganan terhadapku seusai terciptanya kesimpulan tentangku tersebut.

Mereka hanya mengatakan "Lupakan deh, tentang kesimpulan yang tercipta diantara mereka tentangmu, kamu tetap kamu, jangan pernah terpancing…tetaplah seperti apa adanya.
"Tapikan aku sedih mas, diperlakukan diam oleh mereka, sementara aku tidak tahu apa salahku, kalaupun aku salah ya..maafkan aku dong, kan kita belajar bersih hati disini…
"Biarkan aja mereka memperlakukanmu dengan aksi diam mereka, Sekarang kembalilah pada niat awalmu datang kesini, inget lho..di depanmu ada Kekasih hati yang lebih penting dari mereka semua…

Aku terdiam dan kemudian tersenyum miris sambil kuseka airmataku… sedih.
"Katanya sih mereka menyimpulkan itu karena sayang sama aku, dan pengen aku berubah…………..tapi mas, kenapa bersikap diam, kalau memang ingin aku merubah sikap kan, mereka bisa kasih tahu aku, dimana kealfaanku, bukan dengan bersikap diam seperti itu"kataku sambil mengusap bening kristalku yang luruh perlahan membasahi.

"Jangan terpancing dengan dalih yang mereka bilang, kamu tetaplah kamu, afni yang tegar, berjiwa besar, dan tetap tersenyum ceria..lupakan apapun dalih mereka, gak penting tuk di bahas, yang paling penting adalah kamu datang, masuk kelas, belajar, berkarya, dan selesai…tetap menjadi afniku ya…

Aku tersenyum dan memeluknya erat…"Makasih…. atas semuanya…"

"Nah, gitu dong, itu baru afni…tegar, berjiwa besar, dan tetap tersenyum ceria…apapun yang terjadi….keep smile ok ?!….

"Iya ya…kemana ketegaranku, kemana jiwa besarku.."gumamku dalam hati.
Aku tersenyum miris sambil memeluk erat Kekasih hatiku, Ya Rabbku… Terima kasih atas pembelajaran yang sangat indah ini.

Pelajaran yang bisa aku ambil adalah kita tidak perlu sibuk memberikan kesimpulan buat orang lain, apalagi bersikap diam pada orang yang telah kita ambil kesimpulannya, sementara kita belum tahu apakah kesimpulan yang kita ciptakan itu benar atao salah. Terima Kasih Ya Allah Ya Rabbku, Kekasih Hatiku, Sang Hidupku, diriku, jiwaku yang setia mendukungku dalam pendewasaan, dalam aku meningkatkan kualitas diri ini.
Buat all of sis, maafkan aku, sengaja maupun tidak sengaja aku membuatmu tidak nyaman, maafkan ya…. mudah mudahan setelah semua yang terjadi ini, kita makin dewasa dan matang dalam menentukan dan mengambil sikap, apalagi dalam mengambil kesimpulan.
Buat kamu, aku kangen….

Maaf itu….

February 1st, 2007 by afnisalmi

Memutuskan untuk menerima permintaan maaf dan memberikan maaf bagi orang yang telah melukai hati kita dengan sangat, bahkan hingga terukir dalam tentu bukanlah hal yang mudah. Sama tidak mudahnya juga dengan melupakan seseorang yang telah membuat kita nyaman. Dan kedua hal tersebut harus aku jalani, bukan karena tidak ada pilihan lain tetapi memang inilah yang terbaik yang harus aku jalani saat ini.

Kekasih Hatiku, Sang Hidupku, Ya Allah Ya Rabbku… Terima kasih atas pendewasaan ini. Semoga aku terus dapat meningkatkan kualitas dirku, kesadaranku, dan keimananku. T E R J A D I……….. A M I N…….

Iblis itu tlah mati

January 7th, 2007 by afnisalmi

Aku menyeka peluh dan darah yang masih bercucuran, luka di sekujur tubuh, tercabik oleh beling yang tertancapkan oleh lawanku dalam pertempuran di siang ini. Sebuah pertempuran siang yang sedikit sengit karena sang iblis sungguh sangat ganas menyerangku dengan segala senjata yang di milikinya. Bening kristalku menetes pelan namun deras… lelah yang meraja datang, menumbangkan semua angan yang sempat menjadi sebuah tujuan perjalanan. Aku masih saja menangis, mencoba terus meyakinkan hati bahwa sekelompok iblis itu telah mati, yang siang ini telah mecabik tubuhku dengan ganasnya, hingga aku mengeluarkan seluruh daya kekuatan yang aku miliki untuk membela diriku. Namun aku masih sedikit di rejam ketakutan jikalau ternyata iblis itu belum sepenuhnya mati, "Tuhan…. Aku tidak mau seperti ini, yakinkan aku iblis itu telah mati"teriakku dalam hati. Tetapi sepertinya sang hati meyakinkanku dengan tegasnya bahwa iblis itu telah terbunuh dalam pertempuran denganku siang tadi. Terlihat sekelompok iblis itu menggelepar di hadapanku dengan tetap di genggamnya sebilah pedang yang sempet menggores dalam di tubuhku, membuatku mengerang kesakitan. Ketika aku lihat diriku sendiri, betapa jemariku masih erat genggam sebuah pisau belati yang berkilau karena ketajamannya yang dalam pertempuran tadi aku gunakan untuk membela diri dan melindungi diri.

Kemudian aku bangkit, berusaha untuk membersihkan luka, membersihkan luka dan darah yang masih mengalir deras. Aku lihat iblis yang telah aku kalahkan itu, senyum tipis terkembang di ujung cemasku. Sambil sesekali aku meringis kesakitan karena luka yang ada ini. sakit..perih..pedih.. dan ketika seperti ini, aku kelelahan, ketakutan, tidak ada siapa siapa disini, aku sendiri…. dan memang semua harus aku lalui sendiri. Terima kasih Tuhan.. atas pembelajaran yang indah ini, atas kedewasaan yang engkau berikan padaku…. terima kasih Sang Hidupku… I love U …. Forever.

sebuah pertempuran di siang hari ini, ketika matahari tepat di ujung ubun ubun, dan sekelompok iblis itu  adalah sebuah harapan tentangmu. Aku tidak berharap apapun tentangmu apalagi komunikasi kita terakhir yang berhias gundah gulana itu mengguncangku dalam kawah ketakutanku. Makin membuatku tahu seperti apa engkau wahai teman. Maafkan aku yang telah menilaimu… maafkan aku juga atas kemenanganku dalam pertempuran siang ini. Terima kasih kekasih atas pendewasaan ini…

New year 2007.

January 3rd, 2007 by afnisalmi

                          …….  HAPPY NEW YEAR ……

Yang aku harap di tahun ini, aku bisa menjadi lebih baik, meningkat kualitas diriku, kesadaranku dan keimananku, serta dapat menyatu dengan Sang Hidup yang telah memberikan kehidupan, kebahagiaan, nafas, kenikmatan dan segalanya untukku…. dan aku ingin bahagia bersama orang orang tercintaku. ( Aminnnnnn… Terjadi )

Hari besar kemarin adalah hari besar pertama yang aku lewatkan tidak bersama keluargaku, moment yang biasanya akan selalu aku prioritaskan. Dan tahun ini aku melewati dengan kesendirianku, tetap indah kok, ya meski sempet terisak ketika rasa rindu yang demikian hebat datang menelanjangi. Masuk di tahun 2007 dengan bermeditasi seperti biasa, akh….. hanya sedikit bergidik ngeri ketika melihat sesuatu yang mungkin akan terjadi. Kemudian Guru hanya berpesan pada kami semua untuk terus tetap menjaga kesadaran… kita tidak bisa bersembunyi dimanapun. Hanya kebaikan dan kebersihan hati kita yang akan membawa kita selamat dari bencana.

Sehari setelah tahun baru…. mendengar dan melihat berita di televisi dan radio. Aku tercengang, seperti yang terlihat saat meditasi kemarin. Pesawat hilang, banjir… alam bergejolak. memperlihatkan kemarahannya atas ulah kita yang sekian lama tidak menjaga keseimbangannya dengan baik. Sadar maupaun tidak sadar itulah yang sedang terjadi. Dan tiba tiba aku merindukanmu… sangat, kamu ada di mana sekarang honey…. aku berharap kamu baik baik aja, tetap terjaga ya say… Telp terakhirmu sedikit tersendat. Maaf ya……… Miss U.

ingat ya.

December 29th, 2006 by afnisalmi

Aku memeluknya sambil berurai airmata, erat, ucapkan terima kasih juga.."makasih mas, udah ingetin aku …."kataku sambil masih aku menangis di suatu sore di teras depan rumah."makanya.. input panca indra itu lebih jahat dari semuanya..kamu menjadi tidak objectif dalam melihat seseorang", aku mengangguk. Aku benahi lagi hatiku, "maafkan aku ya wahai teman, aku udah berpikir negatif ke kamu, paranoid dengan masa laluku, maaf ya, sekali lagi maafkan aku..  aku akan berusaha memperbaiki sikapku sama kamu… maafkan aku…"kataku dalam hati sambil visualisasi sang teman tersebut. Wahai diriku, maafkan aku yang telah berpikir negatif terhadapnya, bahkan bersikap sangat jutek padanya, ternyata penampilan fisik itu sungguh sangat merugikan diriku dan Sang Hidupku. Maafkan aku ya…. Aku akan berusaha untuk tidak terpancing lagi oleh inputan panca indra, agar damai hidupku, bahagia semuanya.

Malam tadi, aku cerita panjang lebar tentangku pada seorang teman sejati yang masih menjadi misteri, tentang semua yang pernah aku jalani dan terjadi sepanjang hidupku. Terlihat shock di raut mukamu seketika itu. tapi, ya inilah aku.. apa adanya… maafkan aku ya teman sejatiku, kalau ternyata aku tidak seperti dugaanmu sebelumnya. maaf sekali lagi maaf… tapi kalau boleh jujur,… hingga hari ini, aku masih berusaha sekuat hatiku agar aku tidak jatuh…apalagi larut. Mudah-mudahan aku bisa menjaga terus hatiku. Wahai teman sejatiku…. terima kasih atas semuanya, waktu, perbincangan kita yang indah, dan semoga pertemuan kemarin itu bukan pertemuan terakhir kita, semoga masih ada tawa antara kita… dan aku sedikit berharap itu darimu wahai teman sejatiku.

U call me, make me happy, thanks darling,
Miss u so much… buat kamu yang kini entah berada dimana.

Review ahhhhh.

December 20th, 2006 by afnisalmi

Bergabung di komunitas Sirnagalih adalah hal paling membahagiakan sepanjang hidupku. apalagi ditengah masalah yang sedang aku hadapi, keterpurukanku, kecemasanku, kehampaan dalam kesendirianku, dan segala situasi yang harus aku hadapi sendiri serta kemelut hidup yang demikian hebat menekanku. meneteskan airmata, menjerit dalam hati…. menyadarkanku betapa indahnya ujian yang aku jalani ini. Tetapi disini ada satu komunitas yang membuatku sangat bahagia. Komunitas yang kegiatan utamanya adalah bermeditasi. Dari sekedar pergi karaoke bareng miau grup (di promotori oleh anak-anak katering anggalih mas harmul and the gank), nonton james bond "casino royale" di senayan city ber 21 orang ( gileee.. nonton 21 orang rombongan gitu, rame abisss….), atao sekedar jalan menikmati dini hari di kota wisata bersama sama Jazz club (karena kita pergi semua dengan 5 mobil jazz he hehe ). Apalagi wisata kuliner dengan A-club (semua anggotanya berhufur awal A) dari ujung ke ujung juga di jabanin tuh tempat makan….. ah indah sekali hidup yang aku jalani ini Kekasih… Ya Rabb… Terima kasih…..

Gak terasa ya, dah tinggal itungan hari kita dah masuk ke tahun 2007, padahal baru kemarin tuh kayaknya tahun baru… aku mau review akh..apa aja sih yang dah aku lakukan.
Januari..
Aku melewatkan tahun baru dengan bermeditasi, mengisi hari hari di rasamala yang indah. kegiatan rutin.. rasamala…tuodong…rasamala… gak pernah kemana mana.
February..
Aku ngerowot untuk pertama kalinya, makan hanya makanan yang ada di bawah tanah, ini bertujuan untuk mengendalikan diri. dan saat ngerowot inilah pertama kalinya kita chatt, kenalan.. dan banyak ngobrol di chatt. Kamu masih inget gak ya….
Maret...
Awal maret, aku menepati janjiku untuk menemuimu, akhirnya…. ketemu juga di cavana. kemudian sering telp… pertemuan pertama diikuti pertemuan selanjutnya. Ah… indah sekali ya nonton secondborn di planet hollywood, kamu dengan jaimnya, dasar scorpio banget ya, dan kemudian melewatkan malam hingga dini hari di depan halte sarinah thamrin seusai nemenin kamu makan nasi goreng di hot planet. ugh… terlalu indah di kenang ya… ( kayak lagu aja ).
April…
Aktivitasku masih seperti biasa, kantor, tulodong dan sesekali pergi denganmu. oiya, kita nonton konser Kla Project di JHCC ya.. masih inget gak ?… Hmmm,  kamu…  kenangan tentang  rasamala yang indah. dateng, telp minta pintu di buka dan makan mie goreng surabaya… atao  makan di pojok rasamala.
Mei..

Tiba-tiba ada airmata di bulan ini, engkau menangis tanpa kata dan penjelasan apapun. Ternyata.. engkau pergi meninggalkanku disaat aku dah mulai merasakan kenyamanan itu ada. kebersamaan ini milik kita. Ahh.. sempet nyesek banget, bikin aktivitasku sedikit terhambat. aku menjadi paranoid, tidak mau jauh dari hp. takut tiba tba kamu meneleponku. ah…. kamu.
Juni..
Bulan ini penuh dengan kecemasan…. ketakutan ketika seseorang memaksakan kehendaknya untuk selalu dekat denganku (si freak itu). Ketika ini kuceritakan padamu, kamupun memberiku perhatian lebih dengan meneleponku sering banget. Makasih ya… Kantorku mulai roadshow ke beberapa kota sudah di mulai, jakarta surabaya..etc.
Juli…
Masih seperti biasa, roadshow, di kejar report.. deadline. dan banyak lagi kerjaan kantor. Meditasi tetep jalan kok… kamu masih sering menghubungiku by phone, chatt.
Agustus…
Akhirnya aku memberinya satu keputusan. maafkan aku ya… aku tidak ingin menderita lagi, aku ingin bahagia. aku tahu, kebahagiaamu tidak bersamaku. masih banyak perempuan yang lebih baik untukmu. Terima kasih Ya Allah.. Engkau telah sadarkan aku, agar tidak membuang waktu bersamanya.
September…
Awal kesendianku dalam pengembaraan atas kebahagiaaku. Eh.. ketemu si chatarina itu (tedy-). dia banyak cerita tentangmu.. aktivitasmu… dan segalanya yang mungkin pernah kalian lakukan bersama. resign dari kantor.. yang kemudian ternyata aku salah mengambil keputusan. Ah.. Sang Hidup.. maafkan aku …
Oktober..

Masuk di kantor baru lagi.. tapi sepertinya, bukan menjadi aku disini, pekerjaan yang beresiko tinggi dengan lifestyle yang gila. ah… ngeri dan sedikit tertekan dengan deadline yang kadang mengorbankan harga diri ( bingung gak sih … kerja apaan coba ?..). Kamu jarang telp ya… sibuk bangetkah …?….
November…

Akhirnya aku memutuskan untuk resign lagi. setelah menemani salah satu teman kantorku presentasi di depok. Hari hari aku isi dengan membantu menjadi pengusada di salah satu klinik, tulodong maksudnya. kamu makin jarang menghubungiku … akh sudahlah.. rindu itu mungkin tlah menguap.
Desember…
tulodong… tebet, sesekali di culik sama si imut itu, dari sekedar menemani makan malam sama kliennya, menemaninya shooting hingga ngemsi di beberapa mall di jakarta. tiba tiba seseorang hadir ( siapa hayo… siapa ya, coba tebakkkkk ) kemudian aku meminta pendapat temen, kata temen.. rada petualang dong ni… aku coba ya… jawabku, bisa gak ya… dan hingga hari ini, engkau makin jarang menghubungiku. sibuk sekali ya ?… terakhir komunikasi kita di chatt, aku cerita soal si Mr. M. teman meditasi yang membuatku tidak nyaman. ah.. dan kamu biasa aja.

Dan desember dah mau habis…. cepet banget. mudah mudahan di tahun mendatang aku makin bahagia dengan diriku dan semua yang aku sayangi. Ya Rabbku… Terima kasih atas kebahagiaan.. kesedihan..kesehatan yang segalanya yang telah Engkau beri padaku. Aku akan mencoba untuk menjadi manusia yang berkualitas tinggi. ( S E M O G A ………………..)